.: PPNI - Persatuan Perawat Nasional Indonesia :. - Hubungan Lama Duduk Saat Perkuliahan Dengan Keluhan "Low Back Pain"
Welcome to .: PPNI - Persatuan Perawat Nasional Indonesia :.
Home |  Account |  Gallery |  Downloads |  Forums |  Links |  News
  Create an account    
Selamat datang di Website Persatuan Perawat Nasional Indonesia .:. 11/02/09 - Dapatkan / Download Draft RUU Keperawatan Terbaru ( Juni 2009 ) .:. 23/04/09 - Pada tanggal 25-26 April 2009, PPNI Kab. Banyumas akan menyelenggarakan Fun Jambore yang diikuti oleh seluruh Komisariat di Kab. Banyumas .:. 13/05/08 - Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning mengusulkan agar pada tanggal 12 Mei ditetapkan sebagai hari kebangkitan perawat Indonesia .:. 07/05/08 - Bertepatan dengan Hari Keperawatan Dunia yang jatuh pada tanggal 12 Mei 2008 PPNI akan melakukan Gerakan Nasional Sukseskan Undang-Undang Praktik Keperawatan dengan Aksi Simpatik : Bersama Perawat, Masyarakat Sehat dengan menurunkan lebih dari 10.000 perawat menuju Gedung DPR-RI .:. 06/02/08 - PPNI Komisariat RSJ Marzuki Mahdi Kota Bogor mengadakan aksi donor darah .:. Pengurus Kabupaten PPNI Kab. Kudus kembali menggelar Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) / Basic Trauma and Cardiac Life Support Angkatan VI bekerjasama dengan Yayasan AGD 118 Jakarta .:.

Seputar PPNI
Menu Utama
Forum Update
Last 10 Forum Messages

Sesama perawat jangan saling menjatuhkan, marilah bersatu ya
Last post by ROzi in Lounge on Jan 30, 2010 at 09:38:23

Penipuan ala Intersource/program intl lain (revisi)
Last post by Hayati in International on Jan 19, 2010 at 16:26:41

Perawat Indonesia adanya diKota Sydney dan Darwin Australia
Last post by lesty in Nurse Blog on Jan 14, 2010 at 08:00:24

Tukeran link yuk
Last post by ideny in Nurse Blog on Aug 26, 2009 at 20:43:48

Buku Gratis
Last post by kanghendi in Lounge on Aug 20, 2009 at 09:05:12

(tanya) Bagaimana menjadi member dari PPNI
Last post by panutan70 in Lounge on Jun 23, 2009 at 15:53:04

(ask) DAPAT TUGAS ASKEP LUKA
Last post by lismawati-andalusia in Lounge on Jun 20, 2009 at 22:02:05

KESEJAHTERAAN PERAWAT DI RUU PRAKTIK KEPERAWATAN
Last post by panutan70 in UU Praktik Keperawatan on Jun 15, 2009 at 09:06:49

PENTAGON Mencari Perawat Indonesia Utk Staf Kes. Militer AS
Last post by faturohman in International on Jun 10, 2009 at 10:01:29

ULASAN PERAWAT DAN PROSPEK KEPERAWATAN
Last post by sutikno in International on May 02, 2009 at 03:36:00


Blog Perawat
1: PPNI - INA
2: Siswanto - Kuwait
3: Nur - Kuwait
4: Jay - USA
5: Bondan - Yogya
6: Titi - Depok
6: Agus W - Cileduk

Google Search
logo www.google.co.id

inna-ppni.or.id
web

MILIS
.: WEB HOSTING

hosting provided by Techscape.co.id


Kirim Berita
Klik untuk kirim berita

Ensiklopedi
PPNI Propinsi
PPNI Propinsi=

 Hubungan Lama Duduk Saat Perkuliahan Dengan Keluhan "Low Back Pain"

RisetOleh : Zamna Idyan, S.Kep
Penulis adalah Mahasiswa Profesi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

ABSTRAK

Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Masalah nyeri pinggang yang timbul akibat duduk lama menjadi fenomena yang sering terjadi pada mahasiswa saat ini. Lamanya jumlah jam kuliah yang harus diikuti mahasiswa mengakibatkan aktivitas mahasiswa lebih banyak dihabiskan dengan duduk dibangku kuliah saat mengikuti proses perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara lama duduk terhadap kejadian low back pain pada mahasiswa ekstensi 2005 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Desain penelitian yang dipakai adalah desain korelasi dengan jumlah sampel 35 orang. Hasil analisis data menggunakan uji chi-square didapatkan nilai P value sebesar 0,000 dengan nilai alpha 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lama duduk terhadap kejadian low back pain pada mahasiswa ekstensi 2005 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Peneliti menyarankan agar dilakukan penelitian yang sama tentang LBP pada keseluruhan mahasiswa FIK-UI agar hasil yang didapatkan lebih menggambarkan fenomena LBP secara umum di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Kata Kunci : Duduk, LBP, Mahasiswa.

ABSTRACT

Low Back Pain(LBP) one of musculoskeletal disorder due to unfavourable body activity. Low back pain is a current phenomenon that occur in student as effect of sitting in a long duration while lecturing. Most of student activities spend by sitting in the classroom as consequent long duration of studying time that have to be Attended. This research aimed to identify the relationships between prolong sitting to incident of low back pain at non regular 2005 student in Nursing Faculty University of Indonesia . Design used in this research is correlative which amount of participants is 35. Statistical analyses was perfomed with chi-square test and obtained P value 0,000 and significance level 0,05 that describing there is significance relationships between prolong sitting to incident of low back pain at non regular 2005 student in Nursing Faculty University of Indonesia. Researcher suggest another research need to performed about LBP in all student in Nursing Faculty University of Indonesia.

Key Word: Sitting, Low Back Pain, Student.


BAB I
PENDAHULUAN


Latar Belakang

Low back pain ( LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik (Maher, Salmond & Pellino, 2002). LBP dapat disebabkan oleh berbagai penyakit muskuloskletal, gangguan psikologis dan mobilisasi yang salah. Menurut Rakel (2002), LBP adalah nyeri punggung bawah yang berasal dari tulang belakang, otot, saraf atau struktur lain pada daerah tersebut. Menurut Samara (2004), otot-otot punggung biasanya mulai letih setelah duduk selama 15-20 menit, sehingga mulai dirasakan LBP. LBP diklasifikasikan kedalam 2 kelompok yaitu kronik dan akut. LBP akut terjadi dalam waktu kurang dari 12 minggu. Sedangkan LBP kronik terjadi dalam waktu 3 bulan (Rogers, 2006). Dengan demikian LBP adalah gangguan muskuloskeletal yang pada daerah punggung bawah yang disebabkan oleh berbagai penyakit dan aktivitas tubuh yang kurang baik.

Faktor resiko terjadinya LBP karena tegangnya postur tubuh, obesitas, kehamilan, faktor psikologi dan beberapa aktivitas yang dilakukan dengan tidak benar seperti mengangkat barang yang berat dan duduk yang lama. Duduk lama pada murid sekolah atau mahasiswa pada saat perkuliahan berlangsung juga dapat mengakibatkan terjadi nyeri punggung (Klooch, 2006).

Usia merupakan faktor yang mendukung terjadinya LBP, sehingga biasanya di derita oleh orang berusia lanjut karena penurunan fungsi-fungsi tubuhnya terutama tulangnya sehingga tidak lagi elastis seperti diwaktu muda. Tetapi saat ini sering ditemukan orang berusia muda sudah terkena LBP, seperti sebuah penelitian yang dilakukan oleh Klooch (2006) pada murid sekolah menengah atas di Skandinavia yang usianya masih sangat muda menemukan bahwa 41,6% murid sekolah menderita LBP selama duduk dikelas. Dengan demikian usia bukan lagi faktor yang memperberat melainkan faktor pendukung.

Masalah nyeri pinggang yang timbul akibat duduk lama menjadi fenomena yang sering terjadi saat ini. Menurut Chang (2006), ternyata, 60 % orang dewasa mengalami nyeri pinggang bawah karena masalah duduk yang terjadi pada mereka yang bekerja atau yang aktivitasnya lebih banyak dilakukan dengan duduk. Duduk lama dengan posisi yang salah dapat menyebabkan otot-otot pinggang menjadi tegang dan dapat merusak jaringan lunak sekitarnya. Bila keadaan ini berlanjut, akan menyebabkan penekanan pada bantalan saraf tulang belakang yang mengakibatkan hernia nukleus pulposus.

Fenomena diatas sekarang ini juga terjadi pada mahasiswa. Lamanya jumlah jam kuliah yang harus diikuti mahasiswa mengakibatkan aktivitas mahasiswa lebih banyak dihabiskan dengan duduk dibangku kuliah saat mengikuti proses perkuliahan, termasuk pada mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI). Menurut buku panduan akademik program pendidikan ners FIK-UI (2005: hal 175), jadwal kuliah mahasiswa FIK-UI rata-rata 6-8 jam. Jadwal kuliah mahasiswa reguler secara umum dimulai dari jam 8 pagi sampai dengan jam 3 sore. Demikian juga jadwal kuliah mahasiswa ekstensi rata-rata dimulai dari jam 8 sampai dengan jam 3 sore. Selama proses perkuliahan diberikan waktu istirahat selama 1 jam yaitu dari jam 12 sampai dengan jam 1 siang, kemudian perkuliahan dilanjutkan kembali sampai dengan jam 3 bahkan sampai sore jika ada perubahan jadwal dari dosen pengajar. Sedangkan mahasiswa ekstensi sore perkuliahan dimulai dari jam 3 siang sampai dengan jam 9 malam dimana waktu istirahat jam 6 sampai dengan jam 7.

Dari gambaran diatas jelas terlihat bahwa sebagian besar aktivitas mahasiswa FIK-UI dihabiskan dengan posisi duduk yang lama saat kuliah berlangsung, dimana untuk 1 mata kuliah mahasiswa harus duduk selama 2 jam. Hal ini menjadi faktor risiko terjadinya LBP pada mahasiswa FIK-UI. Menurut Samara (2004), Hal-hal yang harus dihindari selama duduk supaya tidak berakibat LBP antara lain duduk dengan posisi yang baik dan hindari duduk dengan posisi yang sama dalam waktu lebih dari 30 menit. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara spesifik apakah ada hubungan duduk lama pada saat perkuliahan berlangsung dengan prevalensi LBP pada mahasiswa ekstensi FIK-UI.

B.Perumusan Masalah

Samara (2004), mengemukakan bahwa posisi duduk baik tegak maupun membungkuk dalam jangka waktu lebih dari 30 menit dapat mengakibatkan LBP, diperberat oleh situasi tertentu misalnya posisi duduk yang tidak benar, usia, postur tubuh. Mahasiswa FIK-UI mengikuti proses pembelajaran dengan duduk sekitar 6 jam. Hasil observasi peneliti selama mengikuti kuliah di FIK-UI, rata-rata mahasiswa duduk dengan posisi duduk tegak dan duduk membungkuk. Oleh karena itu dipandang perlu untuk mengetahui huhungan duduk lama pada saat perkuliahan dengan terjadinya LBP.

C.Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan lama duduk saat perkuliahan berlangsung terhadap LBP pada mahasiswa ekstensi FIK-UI.

Tujuan Khusus

1.Mengidentifikasi karakteristik responden (usia, jenis kelamin, Berat badan)
2.Mengidentifikasi posisi duduk yang dilakukan pada saat perkuliahan
3.Mengidentifikasi setelah berapa lama duduk mulai dirasakan LBP.
4.Mengidentifikasi tingkat LBP
5.Mengidentifikasi pertama kali merasakan LBP

D.Manfaat Penelitian

1.Pendidikan
Memberi masukan pada institusi pendidikan tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP pada mahasiswa sehingga informasi ini dapat digunakan untuk menyusun langkah- langkah strategi dalam mencegah terjadinya LBP yang diakibatkan oleh duduk lama pada saat perkuliahan melalui pengembangan kurikulum yang memperhatikan dampak pada kesehatan mahasiswa.

2.Keilmuan
Hasil penelitian dapat memperkuat informasi sistem muskuloskletal sehingga faktor- faktor yang paling berhubungan dengan terjadinya LBP dapat diminimalkan dengan metode yang efektif dan efisien.

3.Peneliti
Peneliti mendapat pengalaman dalam melakukan penelitian dan hasil penelitian dapat menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya.

4.Depdiknas/Dikti
Memberi masukan kepada Depdiknas/Dikti agar informasi yang dihasilkan dalam penelitian ini dapat digunakan untuk menyusun kebijakan pendidikan dimasa yang akan datang.



BAB II
TINJAUAN TEORITIS


1. Low Back Pain (LBP)

LBP adalah nyeri didaerah punggung antara sudut bawah kosta (tulang rusuk) sampai lumbosakral (sekitar tulang ekor). Nyeri juga bisa menjalar ke daerah lain seperti punggung bagian atas dan pangkal paha (Rakel, 2002). LBP atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik (Maher, Salmond & Pellino, 2002). Gejala yang dirasakan pada orang yang menderita LBP bermacam-macam seperti nyeri rasa terbakar, nyeri tertusuk, nyeri tajam, hingga kelemahan pada tungkai.

2. Penyebab

Menurut Rice (2002) Penyebab yang paling sering ditemukan yang dapat mengakibatkan LBP adalah kekakuan dan spasme otot punggung oleh karena aktivitas tubuh yang kurang baik serta tegangnya postur tubuh. Selain itu berbagai penyakit juga dapat menyebabkan LBP seperti osteoarthritis, osteoporosis, fibromyalgia, scoliosis, rematik.

Kekakuan dan Spasme Otot
Gerakan bagian punggung belakang yang kurang baik seperti pada saat mengangkat benda yang berat, saat mengikat tali sepatu, bahkan saat batuk atau bersin dapat menyebabkan kekakuan dan spasme yang tiba-tiba pada otot punggung. Kekakuan otot menyebabkan trauma punggung hingga menimbulkan nyeri. Kekakuan otot cenderung dapat sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu tertentu. Namun pada kasus-kasus yang berat memerlukan pertolongan medis agar tidak mengakibatkan gangguan yang lebih lanjut.

Osteoartritis
Dengan bertambahnya usia seseorang maka kelentutan otot-ototnya menjadi berkurang sehingga sangat memudahkan terjadinya kekakuan pada otot atau sendi. Selain itu juga terjadi penyempitan dari ruang antar tulang vetebra yang menyebabkan tulang belakang menjadi tidak fleksibel seperti waktu muda.Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada tulang belakang hingga ke pinggang.

Fibromyalgia
Fibromyalgia adalah sindrom yang ditandai dengan nyeri kaku pada otot pada daerah ujung tendon, khususnya pada daerah punggung dan leher. Nyeri akan lebih berat dirasakan apabila penderita tidak melakukan aktivitas apa-apa. Nyeri akan berkurang ketika penderita melakukan aktivitas.

Scoliosis
Scoliosis merupakan kelainan bentuk tulang belakang yang dapat menyebabkan tekanan yang lebih besar pada saat seseorang duduk sehingga dapat mengakibatkan LBP. Scoliosis juga terjadi pada anak-anak dimana penyebabnya tidak diketahui. Scoliosis pada orang dewasa didapat dari riwayat scoliosis saat kecil yang tidak diobati.

Rematik
Rematik merupakan gangguan akut dan kronik karena adanya inflamasi dan kekakuan pada sendi. Jika kekakuan terjadi pada daerah punggung maka nyeri akan menyebar yang pada akhirnya penderita mengalami LBP.

3. Faktor Resiko Terjadinya LBP

Sikap Tubuh Yang Salah
Kebanyakan orang dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari sering melupakan masalah posisi tubuh. Sikap tubuh yang baik sangat penting karena akan membantu tubuh bekerja maksimal. Juga membuat daya tahan dan pergerakan tubuh jadi efektif, di samping itu menyumbang kesehatan secara menyeluruh. Tidak hanya itu postur yang baik ternyata juga pencegah terbaik agar postur tidak jadi buruk. Kalau sikap tubuh tidak baik, selain tulang-tulang jadi tidak lurus, otot-otot, ruas, serta ligamen (jaringan pengikat sendi) pun akan tertarik lebih keras. Sikap yang tidak baik juga memicu cepat lelah, ketegangan otot, dan akhirnya rasa sakit.

Banyak orang yang menderita sakit punggung ternyata bermula dari kebiasaan salah yang mereka lakukan. Akibatnya, posisi dan fungsi organ-organ vital, khususnya di daerah perut ikut terpengaruh. Yang tak kalah penting postur tubuh yang baik juga membuat penampilan menjadi memikat sehingga meningkatkan rasa percaya diri. Duduk dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan LBP. Bekerja dengan komputer, bekerja di pabrik, dipasar, dirumah, tukang jahit, sopir, tukang sayur, murid sekolah juga tidak terlepas aktivitasnya dilakukan dengan duduk yang lama.
Duduk adalah suatu posisi tubuh torso vertikal dengan beban badan bertumpu pada bokong (the free dictionary, 2006). Duduk dapat dimanfaatkan untuk beristirahat jika dalam posisi dan jangka waktu yang tepat. Dibanding dengan berdiri, duduk memberikan kenyamanan dan kestabilan. Duduk dengan posisi yang baik adalah postur tubuh dengan kepala tegak, lengan dan tungkai rileks serta dapat memberikan stabilitas yang baik. Posisi duduk sangat dipengaruhi oleh design kursi. Idealnya kursi yang baik adalah yang dapat mendukung postur tubuh pada saat duduk. Pada mahasiswa, design kursi yang terkadang menjadi problema tersendiri karena pada kenyataannya postur tubuh mahasiswa yang berbeda-beda sehingga sulit untuk di design kursi yang benar-benar mengakomodasi kebutuhan mahasiswa.

Berbagai pendapat telah dikemukakan tentang posisi duduk yang ergonomis ketika duduk dikursi atau ditempat lain. Duduk dengan sudut sederhana yaitu tungkai ditekuk dengan sudut 90o dengan kaki bertumpu pada lantai (lihat lampiran 1), posisi ini telah dipertimbangkan sebagai postur yang baik pada saat duduk ((Hemmings & Hemming, 1989). Mandal (1981) mendukung posisi duduk yang disarankan Hemmings dan juga mengusulkan posisi yang lain yaitu duduk dengan posisi bantal duduk miring kebawah dengan sudut 45o dengan paha miring dan tungkai tegak lurus (lihat lampiran 2). Grandjean dan Hunting (1977) mengemukakan alternatif posisi duduk yang lain disarankan dengan bantal duduk miring keatas dengan sudut 14o untuk mengurangi tekanan pada otot (lihat lampiran 3).

Samara (2004), mengemukakan bahwa posisi duduk baik tegak maupun membungkuk dalam jangka waktu lebih dari 30 menit dapat mengakibatkan LBP. Penelitian yang dilakukan Klooch (2006) mengidentifikasi ada hubungan yang bermakna antara duduk lama saat proses pembelajaran dengan LBP. Penelitian tersebut dilakukan dilakukan terhadap murid sekolah menengah atas di Skandinavia yang usianya masih sangat muda. Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa 41,6 % murid menderita nyeri pinggang bawah selama duduk di kelas. Terdiri dari 30 % yang duduk selama satu jam, dan 70 % yang duduk lebih dari satu jam menderita nyeri pinggang bawah.

Obesitas
Berat badan yang berlebihan akan menyebabkan tumpukan lemak yang lebih banyak sehingga tekanan pada tulang belakang menjadi lebih besar yang dapat meningkatkan resiko terjadinya LBP.

Kehamilan
LBP pada saat hamil disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kelemahan otot-otot abdomen karena kehamilan. Selain itu pada masa pertengahan kehamilan massa uterus menjadi lebih berat sehingga pusat gravitasi ibu hamil berubah mengakibatkan postur ibu berubah sehingga dapat mengakibatkan LBP.



BAB III
METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN


A. Desain Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara duduk lama terhadap kejadian nyeri pinggang (LBP) pada mahasiswa ekstensi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia .

B. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa esktensi tahun 2005 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI) yang sedang mengikuti program akademik. Dengan kriteria sampel sebagai berikut:
- Mahasiswa ekstensi pagi 2005 , yang melakukan aktivitas duduk 3-6 jam sehari
- Responden tidak mengalami LBP sebelum kuliah di FIK-UI
- Tidak memiliki penyakit yang dapat menyebabkan LBP

Jumlah sampel yang diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan rumus:
Isaac dan Michell yaitu:

S= X2. N. P (1-P)/d 2 (N-1) + X2. P (1-P)

S = jumlah sample
X2 = Nilai tabel pada df 1, CI 95%
d = derajat ketepatan yang direfleksikan oleh kesalahan yang dapat ditoleransi (0,05)
P = proporsi sebagai dasar asumsi (0,5)
N = jumlah populasi

Perhitungan:
S = 3,84 x 90 x 0,5 (1 - 0,5)/(0,05)2 x (90-1) + 0.5 (1-0,5)
= 34.9 atau 35 orang

Jumlah sample pada penelitian ini adalah 35 orang. Tehnik pengambilan sample adalah dengan cara non random, yaitu cara pemilihan elemen untuk menjadi anggota sampel namun setiap elemen tidak mendapat kesempatan yang sama. Sampel diambil berdasarkan urutan nomor absen dari no 1 – 35. Tetapi saat pengambilan sampel berdasarkan nomor absen, ada 2 orang responden yaitu nomor absen 9 dan 23 yang tidak memenuhi kriteria karena responden tersebut memiliki LBP karena penyebab lain, oleh karena itu responden tersebut di ganti dengan nomor absen dibawahnya ( nomor 36 dan 37 ).

C. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di Fakultas Ilmu keperawatan Universitas Indonesia Pengambilan data penelitian pada tangga 4 Desember 2006.

D. Etika Penelitian
Sebelum pengambilan data peneliti sudah mendapatkan ijin dari pihak Fakultas. Pada pengumpulan data, peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri, kemudian memberikan penjelasan kepada klien tentang tujuan penelitian dan manfaat diadakannya penelitian ini. Kemudian responden yang setuju menandatangani surat persetujuan (informed concent) untuk menjadi responden penelitian. Sebelum pengisian kuisioner peneliti menginformasikan dan menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan pengisian kuisioner.Kerahasian responden dijaga oleh peneliti dengan hanya menuliskan inisial responde, tidak ada paksaan kepada responden.

E. Alat Pengumpulan Data
Alat penelitian yang dibuat pada proposal menggunakan kuesioner skala likert. Setelah dilakukan uji validitas ternyata instrumen tidak valid dengan nilai  0.999, sehingga peneliti membuat instrumen baru yang digunakan untuk mengumpulkan data. Daftar pertanyaan berbentuk kuesioner yang mengacu pada kerangka konsep berdasarkan studi literatur. Instrumen disusun melalui studi kepustakaan dengan mengkaji bahan pustaka. Kuesioner terdiri dari dua bagian, yaitu: 1). Data demografi, meliputi; inisial nama responden, usia, berat badan dan jenis kelamin. 2). Tanda dan gejala yang berkaitan dengan kejadian LBP. Peneliti menggunakan pengukuran kuesioner dengan skala Gutman untuk memantau kejadian LBP dengan cara responden menjawab pertanyaan “ ya” atau “ tidak” dengan menggunakan tanda check (√) pada kolom pilihan. Kuesioner di bagi menjadi tiga bagian, bagian 1 mengenai data demografi responden, bagian 2 mengenai lama duduk pertanyaan no 1-8, dan bagian 3 mengenai tingkatan nyeri pertanyaan no 9-23.

Uji coba instrument dilakukan pada mahasiswa ekstensi 2006 Fakultas Ilmu Keperawatan karena kedua sample mempunyai karakterisktik yang sama. Responden ditentukan berdasarkan nomor urut absen yaitu urut 1-35. Setelah terkumpul dan diperiksa kelengkapannya dilakukan uji validitas dengan uji statistik korelasi Pearson’s product moment :
n Σ Xi.Yi – ΣXi ΣYi
r = -----------------------------------------
√[ nΣ Xi2 - ( ΣXi2)][ n Σ Yi2 – ( Σ Yi)2]

Dari hasil uji validitas instrumen didapat nilai r lebih besar dari nilai r table sehingga instrument dinyatakan valid.

F. Prosedur Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuisioner kepada responden , dengan memberikan daftar pertanyaan atau kuesioner kepada responden yang sesuai dengan kriteria sampel. Kuesioner yang telah diisi diserahkan kembali kepada peneliti setelah diperiksa kelengkapannya, selanjutnya dilakukan pengolahan dan analisis data.

G. Pengolahan dan Analisis Data
1. Pengolahan data
Setelah data terkumpul, kemudian dilakukan pengolahan data dengan program SPPS dengan tahapan sebagi berikut:

a.Editing data
Data di periksa ulang kelengkapan atau kemungkinan dalam pengisian, semua kuesioner yang dibagikan dikembalikan dan telah disi secara lenagkap oleh responden.

b.Coding data
Untuk jawaban “ya” di beri kode 2 dan untuk jawaban “tidak” di beri nilai 1

c.Entry data
Data yang didapat dimasuk kedalam komputer dengan menggunakan program SPSS untuk di analisis.

d.Cleaning data
Data yang telah dimasukan ke komputer diperiksa kebenaranya dengan melihat data missing atau data yang salah.

2. Analisa data
Pengolahan data menggunakan analisis bivariat, karena penelitian memiliki 2 variabel maka digunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan  0,05
Rumus
X2 = Σ (0-E)2
-------
E
Untuk menghitung derajat kebebasan Degree of Freedom digunakan rumus Df= (b-1)(k-1)
Keterangan: b: jumlah baris
k: jumlah kolom

Dari hasil uji ini didapat diketahui tingkat kemaknaan hubungan antara variabel duduk dengan nyeri pinggang

H. Sarana Penelitian
Pada penelitian ini sarana penelitian yang digunakan adalah lembar kuisioner, alat tulis komputer, internet dan perpustakaan.


BAB IV
HASIL PENELITIAN


Hasil pengumpulan data dari 35 responden pada mahasiswa Extensi pagi 2005 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia pada tanggal 4 Desember 2006, didapatkan data-data sebagai berikut :

A. Data Demografi Responden
1. Usia
Usia responden dikategorikan menjadi 5 kelompok dan didapatkan data responden yang berusia 21-25 tahun sebanyak 2 orang, 26-30 tahun 3 orang, 31-35 tahun 13 orang, 36-40 tahun 5 orang dan 41-45 tahun 12 orang.

2. Semester
Semua responden pada penelitian ini berada pada semester III pendidikan akademik pada Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

3. Jenis Kelamin
Responden pada penelitian ini berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Responden yang laki-laki berjumlah 9 orang dan responden perempuan berjumlah 26 orang.

4. Berat Badan
Setelah dikelompokkan didapat data responden dengan berat badan < 50 kg berjumlah 6 orang, berat badan 50-59 kg 17 orang, berat badan 60-69 kg 6 orang, > 70 kg 6 orang.

B. Data Berkaitan Karakteristik Duduk Responden

1. Posisi Duduk
Data posisi duduk responden yang dominan dikelompokkan kedalam 4 kelompok dan didapatkan data responden yang duduk tegak sebanyak 8 orang, duduk membungkuk 7 orang, duduk miring tidak ada, duduk bersandar 20 orang. posisi duduk pada sebagian besar responden adalah bersandar sehingga diasumsikan sebagian besar mahasiswa extensi 2005 beresiko terkena Low Back Pain oleh karena sudut sandaran kursi mahasiswa yang tidak ergonomik 90 derajat, sedangkan sudut sandaran kursi yang ergonomik adalah 35-45 derajat (Tuttle, 2000).

2. Lama Duduk
Data lama duduk dikelompokkan kedalam 2 bagian dan didapatkan hasil responden yang duduk 30 menit s/d 1 jam 3 orang dan responden yang duduk 1-3 jam 32 orang. Di asumsikan terjadi perbedaan persepsi diantara responden dalam menjawab pertanyaan tentang total waktu duduk sehingga ada perbedaan data lama duduk walaupun seluruh responden ada dikelas yang sama

C. Data Yang Berkaitan Dengan Nyeri
Data tentang tingkatan nyeri yang dirasakan oleh responden dikelompokkan kedalam nyeri ringan, sedang dan berat. Data yang didapatkan adalah responden yang mengalami nyeri ringan sebanyak 4 orang, nyeri sedang 13 orang, nyeri berat 18 orang.

dapat dilihat bahwa semua responden pada penelitian ini mengalami nyeri pinggang akibat duduk lama pada saat perkuliahan dengan rincian 18 orang atau 51,4% responden mengalami nyeri berat, 13 orang atau 37,1% responden mengalami nyeri sedang dan 4 orang atau 11,4% responden mengalami nyeri ringan.

Data tentang lama duduk dan nyeri diatas kemudian dilakukan pengolahan data dengan menggunakan SPSS 10.0. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai P value sebesar 0,000 dengan nilai alpha = 0,05, dengan demikian P value lebih kecil dari nilai alpha sehingga Ho ditolak dan menerima Ha. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lama duduk terhadap kejadian nyeri pinggang pada mahasiswa ekstensi 2005 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.


BAB V
PEMBAHASAN


A. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Lama Duduk
Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya LBP akibat lama duduk pada saat perkuliahan seperti duduk dalam jangka waktu lama, obesitas, kehamilan, dan penyakit yang komplikasinya menyebabkan LBP. Namun pada bab ini peneliti hanya akan membahas salah satu faktor saja yaitu lama duduk. Hal ini disesuaikan dengan variabel dalam penelitian ini yaitu lama duduk dan nyeri pinggang /LBP.

Berdasarkan hasil pengolahan data pada bab V didapatkan data yang berhubungan dengan variabel duduk bahwa total lama duduk responden antara yang duduk 30 menit s/d 1 jam dengan yang duduk 1-3 jam yang jauh berbeda yaitu 32 orang responden duduk 1-3 jam dan 3 orang responden duduk 30 menit s/d 1 jam pada saat perkuliahan, dengan posisi duduk yang dominan adalah bersandar yaitu 20 orang, 8 orang duduk tegak dan 7 orang duduk membungkuk. Menurut Samara (2004), bahwa seseorang yang duduk dalam jangka waktu 30 menit saja dengan posisi duduk tegak/bersandar atau membungkuk dapat mengakibatkan LBP. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Klooch (2006) terhadap murid sekolah menengah di Skandinavia, yang menemukan bahwa 41,6% murid menderita LBP selama duduk dikelas terdiri dari 30% yang duduk selama 1 jam dan 70% yang duduk lebih dari 1 jam.
Dengan demikian, jika dilihat dari lama duduk rata-rata pada mahasiswa ekstensi 2005 FIK-UI dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden pada penelitian ini dapat mengalami LBP oleh karena lama duduk.

2. Nyeri Pinggang/LBP
Pengolahan data penelitian kemudian dilakukan pada variabel nyeri. Dari 35 responden didapatkan data sebanyak 4 orang atau 11,4% responden mengalami nyeri ringan, sedangkan 37,1% atau 13 responden yang mengalami nyeri sedang dan sebanyak 51,4 % atau 18 orang responden mengalami nyeri berat. Tingkatan nyeri yang dirasakan mahasiswa sangat dipengaruhi oleh prilaku mahasiswa pada saat duduk. Semakin sering mahasiswa merubah posisi pada saat duduk, maka tingkatan nyeri yang dirasakan akan semakin ringan, karena perubahan posisi dapat merelaksasikan otot-otot punggung yang mengalami tekanan akibat duduk dalam jangka waktu lama.

Disamping itu tingkatan nyeri juga dipengaruhi oleh persepsi nyeri dari masing-masing responden. Semakin sering seseorang terpapar dengan nyeri, maka seseorang tersebut akan terbiasa dengan nyeri yang dirasakannya, dan ketika suatu saat terpapar dengan nyeri yang lebih ringan dari yang sering dia rasakan, hal itu tidak menjadi keluhan lagi buat dia. Sebaliknya jika seseorang tidak pernah menerima stimulus nyeri, jika suatu saat terpapar dengan nyeri yang sangat ringan, maka hal itu akan menjadi berat bagi dia. Oleh karena itu terdapat perbedaan tingkatan nyeri yang dirasakan oleh responden menurut persepsi masing-masing responden.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang erat antara lama duduk saat perkuliahan terhadap kejadian LBP pada mahasiswa ekstensi 2005 FIK-UI.

B. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan, terdapat banyak kekurangan baik dalam metode maupun pembahasan hasil penelitian. Keterbatasan disegi peneliti sendiri peneliti adalah peneliti pemula yang belum mempunyai pengalaman dalam meneliti serta pengetahuan biostatistik dan riset keperawatan masih sangat kurang sehingga sering mendapat kesulitan didalam melakukan analisa data.

Disamping itu populasi dalam penelitian ini yang sedikit sehingga sampel yang diambil juga sedikit sehingga mungkin belum cukup mewakili fenomena tentang LBP di Fakultas Ilmu Keperawatan. Selain itu waktu yang dialokasikan untuk penelitian ini sangat singkat sehingga peneliti cenderung tergesa-gesa didalam proses penelitian.

Keterbatasan instrumen penelitian, adanya pertanyaan dalam kuisioner yang kurang jelas sehingga persepsi responden untuk menjawab pertanyaan tersebut berbeda-


BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Ada hubungan antara lama duduk terhadap kejadian nyeri pinggang pada mahasiswa ekstensi 2005 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Dari 35 responden didapat hasil sebanyak 17 orang responden atau 48,6 %mengalami nyeri setelah duduk < 3 jam saat perkuliahan dan sebanyak 18 responden atau 51,4% mengalami nyeri pinggang setelah duduk antara 3-6 jam saat perkuliahan.

Karakteristik LBP yang dialami dari 35 orang responden yang terbanyak adalah nyeri berat sebanyak 18 responden atau 51,4%, nyeri sedang 13 orang atau 37,1% dan sebanyak 11,4% atau 4 orang responden mengalami nyeri ringan.
Berdasarkan hasil penelitian ternyata ada hubungan yang bermakna antara lama duduk terhadap kejadian nyeri pinggang pada mahsiswa ekstensi 2005 FIK-UI.

B.Saran

Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1.Mahasiswa
-Untuk mahasiswa agar dapat memperhatikan lamanya duduk saat perkuliahan berlangsung sehingga kelelahan atau ketegangan pada pungung dapat dikurangi dengan cara berdiri atau berjalan beberapa menit.
-Mahasiswa hendaknya memperhatikan cara duduk yang digunakan selama perkuliahan karena cara duduk yang salah memberikan kontribusi terhadap kejadian nyeri pinggang.

2.Dosen/ staf pengajar
-Untuk dosen atau pengajar hendak nya memberikan waktu beberapa menit bagi mahasiswa untuk melemaskan ketegangan pinggang atau punggung belakang saat perkuliahan berlangsung seperti berdiri dan senam ditempat.

3.Fakultas Ilmu Keperawatan
-Fakultas seharusnya memperhatikan kurikulum/jadwal perkuliahan yang mengkombinasikan antara aktivitas duduk dengan berdiri atau yang lainnya sehingga lamanya duduk waktu perkuliahan dapat diminimalkan.
-Fakultas hendaknya memperhatikan apakah bentuk kursi perkuliahan yang di pakai di FIK-UI sudah ergonomis sesuai dengan standar kesehatan.
Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang keergonomisan kursi yang digunakan untuk perkuliahan di FIK-UI agar dapat meminimalkan angka kejadian nyeri pinggang pada mahasiswa.




Daftar Pustaka

Burns. N & Grove, (1993). Nursing Research: Principles & Methods. 2nd Edition. Lippincott.

Dawson & Trapp, (2001). Basic and Clinical Biostatistics, Lange Medical Book.

Delanaye,P., at all.(2004). Back Pain and Renal Failure. Diambil pada tanggal 18 Oktober dari www. Proquest.com/pqdauto.

Fakultas Ilmu Keperawatan (2005). Panduan Akademik Program Pendidikan Ners 2005/2006. FIK-UI

Feldman, D.E., at all.(2001). Risk factors for The Development of Low Back Pain in Adolescence. American Jounal of Epidemology. Diambil pada tanggal 18 Oktober dari www. Proquest.com/pqdauto

Free Dictionary.(2006).Siting, Sit diambil pada tanggal 31 Oktober 2006 dari http://www.thefreedictionary.com/sit

Lueder & Lueder, (1994). Hard Facts About Soft Machines: The Ergonomics of Seating, Francis.

Macnee,(2004). Understanding Nursing Research: Reading and Using Research in Practice, Lippincot.

Miller H. (2002). Body Support In the Office: Sitting, Seating, And Low Back Pain. Diambil pada tanggal 31 Oktober 2006 dari http:/search.epnet.com

Polit & Hungler, (1999). Basic & Clinical Biostatistics. 6 th Edtion. Lange Medical Book.

Potter & Perry,(2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktis, Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Rakel D. (2003). Back Pain-low.Diambil pada tanggal 20 Oktober 2006 dari www.clinicalevidence.com/ceweb/conditions/msd/1102/1102_background.jsp

Rakel D.(2003). Back Pain-low.Diambil pada tanggal 20 Oktober 2006 dari http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003108.htm

Rice, C.A (2002). Back Pain . Health In Hints Journal .Texas University

Rogers, R.G.(2006). Research-Based Rehabilitation of The Lower Back. Strength And Conditioning journal. Diambil pada tanggal 18 Oktober 2006 dari www. Proquest.com/pqdauto

Strong et all, (2002). Pain: A Text Book For Therapists, Churchill Livingstone

Tuttle N A. (2000). Seat Position and Contours for High Scool Chairs. Griffith University. Diambil pada tanggal 19 Oktober 2006 dari http:/search.epnet.com

Waddell, (2004). The Back Pain Revolution, Elsevier Health Sciences.




Terima kasih kepada redaksi situs PPNI atas dipublikasikannya hasil penelitian saya ini. Mudah-mudahan hasil penelitian saya ini dapat bermanfaat bagi profesi keperawatan kita. Mohon kritik dan masukan dari rekan-rekan perawat semua agar saya dapat lebih baik lagi dalam melakukan penelitian selanjutnya. untuk informasi lebih lengkap rekan-rekan bisa mengunjungi blog saya : www.zamnazlaf.blogspot.com








"Hubungan Lama Duduk Saat Perkuliahan Dengan Keluhan "Low Back Pain"" | Login/Create an Account | comments
Threshold
The comments are owned by the poster. We aren't responsible for their content.

No Comments Allowed for Anonymous, please register
Related Links
Article Rating
Average Score: 4
Votes: 3


Please take a second and vote for this article:

Excellent
Very Good
Good
Regular
Bad



Options



Tentang PPNI | Agenda Kegiatan | Profil Pengurus | Kegiatan Reguler | FAQ | Hubungi Kami

URL: http://inna-ppni.or.id/index.php  
Email: mail@inna-ppni.or.id - dppppni@yahoo.com  
Chat: PPNI Online Chat  
Address: Komplek Patra Kuningan  
Jalan Jaya Mandala No. 14 - 15, Jakarta Selatan - Indonesia, 12870  

Telephone Numbers: +62 (021) 831 5069, 831 5070   Fax Numbers: Indonesia +62 (021) 831 5070  

© 2005 - 2006 inna-ppni.or.id. All rights reserved.  
inna-ppni® is a registered trademark and INNA-PPNI logo are trademarks of inna-ppni.or.id.  

This site requires Java, best viewed with Internet Explorer v5.+